Kisah Al Hajjaj dan Dua Pemuda yang Mabuk [Arab + Artinya]

Sahabat Kamus Mufradat yang semoga selalu dalam lindungan Allah -ta'ala-. Beberapa hari yang lalu saya Googling mencari-cari cerita bahasa Arab yang bermuatan sastra Arab. Setelah menelusuri beberapa laman web saya membaca sebuah kisah yang unik dan rasanya bagus dijadikan tulisan di blog ini.

Kisah ini terjadi di masa Dinasti Umawiyah. Khalifah saat itu adalah Abdul Malik bin Marwan. Beliau memiliki seorang gubernur yang dikenal bengis, lalim, dan ringan tangan dalam artian mudah mengangkat pedang, memenggal kepala, dan mengucurkan darah manusia.

Namun di sisi lain, ia dikenal sangat menghormati Al Quran, dan bahkan menghafalnya di luar kepala. Ia juga dikenal fasih serta mahir dalam ilmu bahasa Arab dan sastranya. Itu bisa dilihat dari orasinya ketika pertama kali diangkat sebagai gubernur untuk wilayah Kufah - Iraq.

Namanya adalah Abu Muhammad Al Hajjaj Kulaib bin Yusuf Ats Tsaqafi, lahir pada tahun 40H dan meninggal dengan penyakit yang aneh pada tahun 90H. Walaupun dikenal kejam, namun ia sangat menyukai sastra Arab (الأَدَبُ العَرَبِيُّ) dan memuliakan ahlinya.
kisah al hajjaj dan dua pemabuk
via Pixabay
Salah satu bentuk kecintaan dan penghormatannya kepada sastra Arab adalah kisah yang akan saya bawakan di bawah ini. Selamat membaca.
حُكِيَ أَنَّ الـحَجَّاجَ طَافَ لَيْلَةً فَظَفِرَ بِرَجُلَيْنِ سَكْرَانَيْنِ ، فَقَالَ مَنْ أَنْتُمَا ؟
Dikisahkan bahwa Al Hajjaj (bin Yusuf Ats-Tsaqafi) melakukan patroli di malam hari dan berhasil menangkap dua orang laki-laki yang mabuk, lalu ia bertanya, “Siapa kalian berdua?”

فَقَالَ أَحَدُهُمَا
Salah satunya menjawab,

 أَنَا ابْنُ الَّذِي لَا يَنْزِلُ الدَّهْرُ قَدْرَهُ ** وَإِنْ نَزَلَتْ يَوْمًا فَسَـوْفَ تَعُـوْدُ
Aku adalah putra orang yang mana waktu tidak dapat merendahkan kedudukannya… Jika suatu hari (kemuliaannya) menurun, pasti akan kembali (lagi) seperti semula…

 تَرَى النَّاسَ أَفْوَاجًا إِلَى ضَوْءِ نَارِهِ ** فَمِنْهُـمْ قِيَـامٌ حَوْلَـهَـا وَقُـعُـوْدُ
Engkau lihat manusia berbondong mendatangi cahaya apinya… Di antara mereka ada yang berdiri di sekelilingnya dan ada pula yang duduk… 

(Seakan-anak dia anak pemuka kaum)

وَسَأَلَ الآخَرَ فَقَالَ
Lalu ia bertanya kepada yang lain, dan ia menjawab,

أَنَا ابْنُ مَنْ ذَلَّتِ الرِّقَابُ لَـهُ ** مَا بَيْنَ مَـخْزُوْمِهَا وَهَاشِـمِهَا
Aku adalah putra orang yang mana manusia tunduk kepadanya… Dari kalangan (suku) Makhzum dan (juga suku) Hasyim…

تَأْتِيْهِ بِالرَّغْمِ وَهْيَ صَاغِرَةٌ ** يَأْخُذُ مِنْ مَالِـهَا وَمِنْ دَمِهَـا
Mereka mendatanginya dengan sukarela dan merendah… Lalu dia pun mengambil dari harta dan darah mereka…

(Seakan-akan dia anak pahlawan dan orang pemberani)

فَسَأَلَ الـحَجَّاجُ عَنْ أَبَوَيْهِمَا فَإِذَا أَبُو الأَوَّلِ بَائِعُ بَاجِلَا وَهُوَ نَبَاتٌ يُؤْكَلٌ مَطْبُوْخًا وَالآخَرُ حَجَّامٌ
Al Hajjaj pun mencari tahu tentang kedua orang tua mereka berdua, ternyata ayah yang pertama adalah penjual Bajila -tanaman yang dimakan setelah dimasak-, adapun ayah yang kedua adalah ahli bekam.

فَقَالَ الـحَجَّاجُ أَطْلِقُوْهُـمَا لِأَدَبِـهِمَا لَا لِنَسَبِهِمَـــا ، لَئِنْ أَخْطَأَ النَّسَبُ فَمَا أَخْطَأَ الأَدَبُ
Kemudian Al Hajjaj berkata, “Bebaskanlah keduanya karena kesastraan mereka, dan bukan karena nasab; jikalau pun nasab itu salah, tapi sastra tidak mungkin salah.”

Sumber: Hawaaworld.

MUFRADAT

  1. (حُكِيَ - يُحْكَي) Dikisahkan.
  2. (طَافُ - يَطُوْفُ) Thawaf/Berkeliling.
  3. (ظَفِرَ - يَظْفَرُ) Berhasil/Menangkap.
  4. (قَالَ - يَقُوْلُ) Berkata.
  5. (نَزَلَ - يَنْزِلُ) Turun.
  6. (عَادَ - يَعُوْدُ) Kembali.
  7. (رَأَى - يَرَى) Melihat.
  8. (سَأَلَ - يَسْأَلُ) Bertanya.
  9. (ذَلَّ - يَذِلُّ) Tunduk/Hina.
  10. (أَتَى - يَأْتِي) Datang.
  11. (أَخَذَ - يَأْخُذُ) Mengambil.
  12. (أُكِلَ - يُؤْكَلُ) Dimakan.
  13. (أَطْلَقَ - يُطْلِقُ) Membebaskan.
  14. (أَخْطَأَ - يُخْطِئُ) Salah.

  1. (لَيْلَةٌ جـ لَيَالٍ) Malam.
  2. (رَجُلٌ جـ رِجَالٌ) Laki-laki.
  3. (سَكْرَانٌ) Pemabuk.
  4. (أَحَدٌ) Seseorang (lk).
  5. (اِبْنٌ جـ أَبْنَاءٌ) Putra.
  6. (دَهْرٌ جـ دُهُوْرٌ) Masa.
  7. (قَدْرٌ جـ أَقْدَارٌ) Kadar/Kedudukan.
  8. (يَوْمًا) Suatu hari.
  9. (إِنْسَانٌ جـ نَاسٌ) Manusia.
  10. (فَوْجٌ جـ أَفْوَاجٌ) Berbondong-bondong.
  11. (ضَوْءٌ جـ أَضْوَاءٌ) Cahaya.
  12. (نَارٌ جـ نِيْرَانٌ) Api.
  13. (قَائِمٌ جـ قِيَامٌ) Orang berdiri.
  14. (حَوْلَ) Sekeliling.
  15. (قَاعِدٌ جـ قُعُوْدٌ) Orang duduk.
  16. (آخَرُ / أُخْرَى) Yang lain.
  17. (رَقَبَةٌ جـ رِقَابٌ) Leher.
  18. (صَاغِرٌ / صَاغِرَةٌ) Rendah.
  19. (مَالٌ جـ أَمْوَالٌ) Harta.
  20. (دَمٌ جـ دِمَاءٌ) Darah.
  21. (أَبٌ جـ آبَاءٌ) Ayah.
  22. (أَوَّلٌ / أُوْلَى) Pertama.
  23. (بَائِعٌ جـ بَائِعُوْنَ) Penjual.
  24. (نَبَاتٌ جـ نَبَاتَاتٌ) Tanaman.
  25. (مَطْبُوْخٌ) Dimasak.
  26. (أَدَبٌ جـ آدَابٌ) Sastra.
  27. (نَسَبٌ جـ أَنْسَابٌ) Nasab.
Demikian kisah unik dalam sastra Arab yang dialami oleh Al Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqafi bersama dua orang pemuda yang ditangkap karena mabuk. Namun ia bebaskan karena kesastraan mereka.

Semoga cerita di atas bisa memberikan Anda pelajaran dan manfaatnya. Kurang lebihnya mohon dimaafkan, dan terima kasih telah mampir dan membaca. Syukran, wa jazaakumullahu khairan.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Kisah Al Hajjaj dan Dua Pemuda yang Mabuk [Arab + Artinya]"

Post a Comment

Banyak komentar yang muncul dengan akun "Unknown" dikarenakan setingan akun Google Anda diprivasi. Hal ini memberikan dampak buruk kepada blog Kamus Mufradat. Oleh karena itu admin tidak bisa memberikan approve untuk komentar semacam itu.

Dan admin menyarankan Anda untuk membuka setingan akun Google Anda terlebih dahulu, atau memberikan tanggapan dan komentar menggunakan pilihan kedua jika Anda mempunyai halaman blog atau website, atau yang ketiga, yaitu menggunakan "Anonymous".

Syukran atas perhatian antum semua.