Angka 1 Sampai 30 Dalam Bahasa Arab dan Artinya

Sahabat Kamus Mufradat yang semoga selalu dalam lindungan Allah -ta'ala-. Saya di sini ingin mengajak Anda kembali untuk mengulangi materi pembahasan tentang bilangan angka dan kaidah penggunaannya di dalam kalimat.

Mengapa demikian, karena penggunaan angka atau bilangan ('adad) di dalam bahasa Arab tidak semudah seperti bahasa Indonesia. Di bahasa Indonesia, Anda cukup menyebutkan angka tertentu dan menambahinya dengan kata benda yang ingin disebutkan, seperti:
  • Satu pemimpin
  • Dua jari
  • Tiga desa
  • Empat bangku
  • Sepuluh batu
  • Lima belas pejalan kaki
  • Dua puluh menit
  • Seratus hari
  • Dan seterusnya.
Berbeda halnya dengan angka bahasa Arab. Ada banyak yang perlu diperhatikan, seperti:
  • Harakat akhir (I'rab).
  • Bentuk kata benda, apakah mudzakkar atau muannats.
  • Dan bentuk kata benda, apakah mufrad, atau mutsanna, atau jamak.
Tidak semua angka memiliki kaidah sendiri, namun ada beberapa kelompok gabungan bilangan angka yang perlu dicermati seksama, sehingga membutuhkan fokus yang lebih.

Di sini saya tidak sedang menggembosi Anda. Saya hanya mengingatkan dan mengajak pribadi saya sendiri dan Anda untuk mengulang kembali materi yang sudah pernah dipublikasikan di blog ini juga. Tujuannya supaya materi tersebut semakin difahami dan diingat dengan baik.

Bagaimana, apakah Anda siap? Semoga siap, karena postingan ini berjumlah lebih dari  2000 kata. Selamat membaca dan belajar.

angka arab 1-30

  • Angka 1 Sampai 10

Indonesia
Arab
Cara Baca
Satu (1)
وَاحِدٌ
waahidun
Dua (2)
اِثْنَانِ
itsnaani
Tiga (3)
ثَلَاثَةٌ
tsalaatsatun
Empat (4)
أَرْبَعَةٌ
arba'atun
Lima (5)
خَمْسَةٌ
khamsatun
Enam (6)
سِتَّةٌ
sittatun
Tujuh (7)
سَبْعَةٌ
sab'atun
Delapan (8)
ثَمَانِيَةٌ
tsamaaniyatun
Sembilan (9)
تِسْعَةٌ
tis'atun
Sepuluh (10)
عَشْرَةٌ
'asyratun
WAAHIDUN (وَاحِدٌ)

Jika Anda ingin membuat kalimat menggunakan kata waahidun, maka ada satu hal yang perlu diperhatikan. Dan ini kaitannya dengan kaidah dalam penerapan 'adad (bilangan) dan ma'dud (terbilang).

Untuk angka satu (1) harus ada kesamaan antara bilangan dan yang terbilang dalam hal tadzkir (lk) atau ta'nits (pr). Jika ma'dud mudzakkar, maka 'adad harus mudzakkar. Dan sebaliknya, jika ma'dud muannats, maka 'adad harus muannats juga. Dan kedudukan ma'dud harus mendahului 'adad. Perhatikan contoh berikut:
  1. (جَاءَ طَالِبٌ وَاحِدٌ) Satu (1) siswa telah datang.
  2. (جَاءَتْ طِالِبَةٌ وَاحِدَةٌ) Satu (1) siswi telah datang.
Kata (طَالِبٌ) adalah ma'dud mudzakkar dan 'adad berfungsi sebagai sifat, maka ia harus mengikuti ma'dud-nya.

Begitu juga kata (طِالِبَةٌ), ia adalah ma'dud muannats, dan 'adad mengikutinya dalam hal ta'nits, maka 'adad waahidun berubah menjadi (وَاحِدَةٌ).

Dan di bawah ini saya sajikan contoh penggunaan angka satu di dalam Al Quran. Ada banyak contoh yang ditemukan, namun saya sajikan masing-masing satu saja.
  • Al Baqarah :163 (وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ).
  • An Nisa : 102 (فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُم مَّيْلَةً وَاحِدَةً).
ITSNAANI (اِثْنَانِ)

Kaidah yang diterapkan pada angka dua (istnaani) adalah sama persis dengan angka satu, tidak ada perbedaan sama sekali. Angka itsnaani berfungsi sebagai sifat dari ma'dud (yang terbilang), ia mengikutinya dalam hal tadzkir dan ta'nits, dan posisinya diakhirkan.

Sebelum menerapkan angka dua dalam kalimat, Anda perlu terlebih dahulu memahami kaidah tatsniyah (ganda). Di dalam bahasa Arab, untuk mengungkapkan "dua benda" itu dengan cara menambahkan alif dan nun di belakang kata aslinya.

Jika bahasa Arab buku adalah (كِتَابٌkitaabun, maka "dua buku" dinyatakan dengan (كِتَابَانِkitaabaani.

Adapun penerapan itsnaani dalam kalimat, Anda bisa memperhatikan tiga contoh berikut ini:
  1. (جَاءَ مُدَرِّسَانِ اثْنَانِ) Dua (2) guru telah datang.
  2. (جَاءَتْ مُدَرِّسَتَانِ اثْنَتَانِ) Dua (2) guru (pr) telah datang.
  3. (رَأَيْتُ نَجْمَتَيْنِ اثْنَتَيْنِ فِي السَّمَاءِ) Aku melihat dua (2) bintang di langit.
Dan contoh dari Al Quran adalah:
  • An Nahl : 51 (وَقَالَ اللَّهُ لَا تَتَّخِذُوا إِلَٰهَيْنِ اثْنَيْنِ).
  • Ar Ra'du : 3 (جَعَلَ فِيهَا زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ).
Afwan, jika dua contoh di atas untuk yang mudzakkar saja, karena saya tidak mendapatkan contoh untuk yang muannats.

TSALAATSATUN - 'ASYRATUN (ثَلَاثَةٌ - عَشْرَةٌ):

Sebelum menjelaskan kaidah 'adad dan ma'dud untuk angka 3 sampai 10. Anda harus mengetahui terlebih dahulu pembagian kata benda jika dilihat dari bilangannya. 

Isim (kata benda) jika dilihat dari bilangannya terbagi menjadi tiga:
  • Isim Mufrad (Tunggal)
  • Isim Mutsanna (Ganda)
  • Isim Jamak (Plural)
Isim Mufrad adalah asal dari setiap kata benda, dan menunjukkan bilangan satu. Dan Isim Mutsanna adalah kata benda yang menunjukkan bilangan dua dengan menambahkan huruf alif dan nun dari kata aslinya. Seperti yang sudah saya singgung pada angka dua.

Dan yang penting pada pembahasan kali ini adalah Isim Jamak, yaitu kata benda yang menunjukkan bilangan tiga sampai sepuluh. Contohnya adalah:
  1. (كِتَابٌ) bentuk mufrad.
  2. (كِتَابَانِ) bentuk mutsanna.
  3. (كُتُبٌ) bentuk jamak.
Jika Anda membaca kamus dan mendapati simbol huruf jim seperti ini (جـ), maka itu artinya kamus memberitahu Anda bahasa Arab suatu kata benda dan sekaligus bentuk jamaknya.

Nah, kaitannya dangan 'adad tsalaatsatun (3), maka kaidahnya adalah sebagai berikut:
  1. Kata benda yang akan kita sebutkan bilangannya harus berbentuk jamak.
  2. 'Adad (3-10) disebutkan di awal.
  3. Jika ma'dud adalah mudzakkar, maka 'adad adalah kebalikannya, yaitu muannats.
  4. Jika ma'dud adalah muannats, maka 'adad adalah mudzakkar.
  5. Dan 'adad berfungsi sebagai mudhaaf, dan ma'dud sebagai mudhaf ilaih. Jadi harakat akhirnya ma'dud adalah kasrah karena ia adalah mudhaf ilaih.
Sebagai contoh adalah kata (كِتَابٌ), ia berbentuk mudzakkar, dan bentuk jamaknya adalah (كُتُبٌ). Maka contohnya adalah sebagai berikut:
  1. (أَقْرَأُ ثَلَاثَةَ كُتُبٍ فِي اليَوْمِ) Aku membaca tiga (3) buku dalam sehari.
Dan contoh kedua adalah kata (بِنْتٌ), ia berbentuk muannats, dan bentuk jamaknya adalah (بَنَاتُ). Maka contoh kalimatnya adalah sebagai berikut:
  1. (أَحْمَدُ لَهُ ثَلَاثُ بَنَاتٍ) Ahmad memiliki tiga (3) anak perempuan.
Karena ma'dud adalah muannats, maka kata tsalaatsatun harus dihilangkan ta' marbuthah-nya, supaya 'adad menyelisihi ma'dud-nya.

Sekarang mari Anda lihat contoh dari Al Quran berikut ini:
  • Hud : 65 (فَقَالَ تَمَتَّعُوا فِي دَارِكُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ).
Kata (أَيَّام) adalah bentuk jamak dari (يَوْمُ) dan ia adalah mudzakkar. Dan karena berbentuk mudzakkar, maka 'adad-nya harus menyelisihi, yaitu muannats.
  • Maryam : 10 (أَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلَاثَ لَيَالٍ سَوِيًّا).
Kata (لَيَال) adalah bentuk jamak dari (لَيْلَةٌ) dan ia adalah muannats. Dan karena berbentuk muannats, maka 'adad-nya harus menyelisihi, yaitu mudzakkar.

Dan berikut ini adalah contoh lain untuk kalimat menggunakan angka 4 sampai 10:
  1. (دَرَّسَ لُطْفِي أَرْبَعَةَ طُلَّابٍ) Luthfi mengajari empat (4) orang siswa.
  2. (عَمِلَ خَالِدٌ فِي أَرْبَعِ شَرِكَاتٍ) Khalid bekerja di empat (4) perusahaan.
  3. (مَاتَ خَمْسَةُ جُنُوْدٍ) Telah gugur lima (5) tentara.
  4. (اِشْتَرَتْ الخُطُوْطُ الجَوِّيَّةُ السِّنْغَافُوْرِيَّةُ خَمْسَ طَائِرَاتٍ جديدةٍ) Singapore Airlines telah membeli lima (5) pesawat baru.
  5. (فِي االمَدْرَسَةِ سِتَّةُ فُصُوْلٍ) Di sekolah ada enam (6) kelas.
  6. (فِي القَرْيَةِ سِتُّ مَدَارِسَ) Di desa ada enam (6) sekolah.
  7. (بَنَي الوَالِدُ بَيْتًا فِي سَبْعَةِ أَدْوَارٍ) Ayah membangun rumah tujuh (7) lantai.
  8. (أَبِيْتُ فِي الفُنْدُقِ سَبْعَ لَيَالٍ) Aku menginap di hotel selama tujuh (7) malam.
  9. (زُرْتُ ثَمَانِيَةَ بِلَادٍ) Aku telah mengunjungi delapan (8) negara.
  10. (اِسْتَطَاعَ عُمَرُ حِفْظَ ثَمَانِي ءَايَاتٍ فِي اليَوْمِ) Umar bisa menghafal delapan (8 )ayat dalam sehari.
  11. (كَفَلَ جَرِيْرٌ تِسْعَةَ أَيْتَامٍ شَهْرِيًّا) Jarir menanggung sembilan (9) anak yatim setiap bulan.
  12. (وَزَّعَتْ زَوْجَتِي تِسْعَ حَقَائِبَ لِصَدِيْقَاتِهَا) Istriku membagi sembilan (9) tas kepada teman-temannya.
  13. (أَقَامَ المُدِيْرُ اِجْتِمَاعًا مَعَ عَشَرَةِ مُوَظَّفِيْنَ) Direktur mengadakan rapat bersama sepuluh (10) pegawai.
  14. (عُمْرُ ابْنِي عَشْرُ سَنَوَاتٍ) Usia anak laki-lakiku sepuluh (10) tahun.
Adapun contoh penggunaan angka 4 sampai 10 di dalam Al Quran adalah berikut ini:

Angka 4:
  • At Taubah : 2 (فَسِيحُوا فِي الْأَرْضِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ).
  • An Nur : 6 (فَشَهَادَةُ أَحَدِهِمْ أَرْبَعُ شَهَادَاتٍ بِاللَّهِ).
Angka 5:
  • Ali Imran : 125 (بِخَمْسَةِ آلَافٍ مِّنَ الْمَلَائِكَةِ مُسَوِّمِينَ).
Angka 6:
  • Al A'raf : 54 (خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ).
Angka 7:
  • Luqman : 27 (وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِن بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ).
  • Al Baqarah : 29 (فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ).
Angka 8:
  • Az Zumar : 6 (وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ الْأَنْعَامِ ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ).
  • Al Qasas : 27 (أَن تَأْجُرَنِي ثَمَانِيَ حِجَجٍ).
Angka 9: 
  • An Naml : 48 (تِسْعَةُ رَهْطٍ يُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ).
  • Al Isra : 101 (وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَىٰ تِسْعَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ).
Angka 10:
  • Al Maidah : 89 (فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ).
  • Hud : 13 (فَأْتُوا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِّثْلِهِ مُفْتَرَيَاتٍ).

Demikian penjelasan singkat dan sederhana tentang kaidah 'adad dan ma'dud untuk bilangan angka satu sampai sepuluh. Semoga bisa difahami dan dimengerti. Jika ada yang belum dimengerti, silahkan tulis pertanyaan Anda di kolom komentar di bawah ini.
angka arab 1 sampai 30

  • Angka 11 Sampai 20

Indonesia
Arab
Cara Baca
Sebelas (11)
أَحَدَ عَشَرَ
ahada 'asyara
Dua Belas(12)
اِثْنَا عَشَرَ
itsnaa 'asyara
Tiga Belas (13)
ثَلَاثَةَ عَشَرَ
tsalaatsata 'asyara
Empat Belas (14)
أَرْبَعَةَ عَشَرَ
arba'ata 'asyara
Lima Belas (15)
خَمْسَةَ عَشَرَ
khamsata 'asyara
Enam Belas (16)
سِتَّةَ عَشَرَ
sittata 'asyara
Tujuh Belas (17)
سَبْعَةَ عَشَرَ
sab'ata 'asyara
Delapan Belas (18)
ثَمَانِيَةَ عَشَرَ
tsamaaniyata 'asyara
Sembilan Belas (19)
تِسْعَةَ عَشَرَ
tis'ata 'asyara
Dua Puluh (20)
عِشْرُوْنَ
'isyruuna
Setelah menghafal angka 11 sampai 20, sekarang saatnya Anda belajar menggunakannya dalam kalimat. Dalam penerapannya, angka 11 sampai 20 dibagi menjadi tiga:
  1. Angka 11 dan 12
  2. Angka 13 sampai 19
  3. Angka 20
Pertama: Angka 11 dan 12

Aturan mainnya adalah sebagai berikut:
  1. Ma'dud untuk angka 11 dan 12 berbentuk mufrad (tunggal), dan ia berkedudukan sebagai tamyiz dan harakat akhirnya adalah fathah.
  2. 'Adad dan Ma'dud harus sejenis, yaitu mudzakkar dengan mudzakkar, dan muannats dengan muannats.
  3. Dan 'adad mendahului ma'dud.
Silahkan perhatikan contoh berikut:

(رَمَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ سَهْمًا) Aku menembak 11 anak panah.


Ket:

- Ma'dud adalah kata (سَهْمٌ) dan berbentuk isim mufrad mudzakkar.
- 'Adad adalah (أَحَدَ عَشْرَ) dan berbentuk mudzakkar.

Adapun contoh untuk yang muannats adalah sebagai berikut:

(فِي الفُنْدُقِ إِحْدَى عَشْرَةَ غُرْفَةً) Di hotel ada 11 kamar.

Ket: Kata (غُرْفَةُ) adalah isim mufrad muannats, dan 'adad-nya harus diubah menjadi muannats  (إِحْدَى عَشْرَةَ).

Kaidah angka 11 sama persis penggunaannya untuk angka 12, tidak ada perubahan sama sekali. Silahkan lihat contoh berikut:
  • (فَي مَكْتَبِ الإِدَارَةِ اِثْنَا عَشَرَ مُدَرِّسًا) Di kantor ada 12 orang guru.
  • (فِي الفَصْلِ اِثْنَتَا عَشْرَةَ طَالِبَةً) Di kelas ada 12 siswi.
Jadi bentuk muannats dari angka 12 adalah (اِثْنَتَا عَشْرَةَ) di saat rafa', dan di saat nashab atau jarr berubah menjadi (اِثْنَتَي عَشْرَةَ).

Contoh angka 11 dan 12 dalam Al Quran:
  • Surat Surat Yusuf : 4 (إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا).
  • Surat At Taubah : 36 (إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ).
  • Surat Al Maidah : 12 (وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيبًا).
Kedua: Angka 13 sampai 19

Angka 13 sampai 19 menggunakan kaidahnya yang berlaku pada bilangan angka 3 - 9, yaitu antara 'adad dan ma'dud harus berseberangan. Jika 'adad berbentuk mudzakkar, maka ma'dud harus muannats, dan juga sebaliknya.

Namun yang membedakan adalah harakat akhir dari ma'dud-nya. Harakat akhir ma'dud bilangan 3 sampai 9 adalah kasrah karena menjadi mudhaf ilaih, maka di bilangan angka 13 - 19 sama seperti 11 dan 12, yaitu fathah karena menjadi tamyiz dan berada setelah 'adad.

Coba perhatian contoh-contoh di bawah ini:
  1. (أُدَرِّسُ ثَلَاثَةَ عَشَرَ طَالِبًا) Aku mengajar 13 siswa.
  2. (فِي الفَصْلِ أَرْبَعَةَ عَشَرَ كُرْسِيًّا) Di kelas ada 14 kursi.
Ketiga: Angka 20

Kaidahnya adalah ma'dud harus berbentuk mufrad (tunggal), dan i'rab (harakat akhir)-nya adalah nashab (fathah). Tidak dibedakan antara isim mudzakkar dan muannats, kaidahnya tetap sama.
  1. (سَقَطَ عِشْرُوْنَ طَيْرًا) Telah jatuh dua puluh (20) ekor burung.
  2. (اِعْتَمَرَ جَمَالٌ عِشْرِيْنَ مَرَّةً) Jamal melaksanakan umroh 20 kali.
  3. (أَقْرَأُ عِشْرِيْنَ جُزْءًا فِي الأُسْبُوْعِ) Aku membaca dua puluh juz dalam sepekan.
angka 1-30 dalam bahasa arab

  • Angka 21 Sampai 30

Bahasa
Arab
Cara Baca
Dua Puluh Satu (21)
وَاحِدٌ وَعِشْرُوْنَ
waahidun wa 'isyruuna
Dua Puluh Dua (22)
اِثْنَانِ وَعِشْرُوْنَ
itsnaani wa 'isyruuna
Dua Puluh Tiga (23)
ثَلَاثَةٌ وَعِشْرُوْنَ
tsalaatsatun wa 'isyruuna
Dua Puluh Empat (24)
أَرْبَعَةٌ وَعِشْرُوْنَ
arba'atun wa 'isyruuna
Dua Puluh Lima (25)
خَمْسَةٌ وَعِشْرُوْنَ
khamsatun wa 'isyruuna
Dua Puluh Enam (26)
سِتَّةٌ وَعِشْرُوْنَ
sittatun wa 'isyruuna
Dua Puluh Tujuh (27)
سَبْعَةٌ وَعِشْرُوْنَ
sab'atun wa 'isyruuna
Dua Puluh Delapan (28)
ثَمَانِيَةٌ وَعِشْرُوْنَ
tsamaaniyatun wa 'isyruuna
Dua Puluh Sembilan (29)
تِسْعَةٌ وَعِشْرُوْنَ
tis'atun wa 'isyruuna
Tiga Puluh (30)
ثَلَاثُوْنَ
tsalaatsuuna
Kaidah:
  1. Ma'dud pada angka 21 sampai 29 harus dalam bentuk mufrad (tunggal), dan kedudukannya adalah sebagai tamyiz dan berharakat fathah.
  2. Pada angka 21 dan 22, antara 'adad dan ma'dud harus sama dari segi tadzkir dan ta'nits. Jika 'adad mudzakkar, maka ma'dud harus mudzakkar juga, begitu pula sebaliknya.
  3. Angka 23 sampai 29, maka kaidahnya sama persis seperti kaidah bilangan angka 3 - 9, yaitu antara 'adad dan ma'dud harus berseberangan. Jika 'adad berbentuk mudzakkar, maka ma'dud harus muannats, dan juga sebaliknya.
  4. Kaidah angka 30 sama dengan angka 20, dan ini adalah yang paling mudah diingatnya, yaitu ma'dud harus berbentuk mufrad (tunggal), dan i'rab (harakat akhir)-nya adalah nashab (fathah).
Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat dan amati contoh-contoh di bawah ini:
  • (عِنْدِي وَاحِدٌ وَعِشْرُوْنَ بَيْتًا) Aku punya dua puluh satu rumah.
  • (عِنْدِي إِحْدَى وَعِشْرُوْنَ سَيَّارَةً) Aku punya dua puluh satu tempat mobil.
  • (نَوْرَةٌ عِنْدَهَا اِثْنَانِ وَعِشْرُوْنَ قَلَمًا) Naura punya dua puluh dua pena.
  • (زَهْرَةٌ عِنْدَهَا اِثْنَتَانِ وَعِشْرُوْنَ حَقِيْبَةً) Zahra punya dua puluh dua tas.
  • (غَالِبٌ عِنْدَهُ أَرْبَعَةٌ وَعِشْرُوْنَ عَامِلًا) Ghalib punya dua puluh empat pegawai.
  • (مُحَمَّدٌ عِنْدَهُ أَرْبَعٌ وَعِشْرُوْنَ عِمَارَةً) Muhammad punya dua puluh empat gedung tinggi.
  • (أَنْتَ عِنْدَكَ ثَمَانِيَةٌ وَعِشْرُوْنَ مَحَلًّا) Kamu (lk) punya dua puluh delapan toko.
  • (هِيَ عِنْدَهَا ثَمَانٍ وَعِشْرُوْنَ شَرِكَةً) Dia (pr) punya dua puluh delapan perusahaan.
  • (الشَّهْرُ ثَلَاثُوْنَ يَوْمًا) Satu bulan ada 30 hari.
  • (حَفِظَ عُمَرُ ثَلَاثِيْنَ جُزْءًا مِنَ القُرْآنِ) Umar hafal tiga puluh juz Al Quran.
Contoh angka 30 dalam Al Quran:
  • Surat Al Ahqaf : 15 (وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا)
  • Surat Al A'raf : 142 (وَوَاعَدْنَا مُوسَىٰ ثَلَاثِينَ لَيْلَةً).
Baca juga15 Kata-Kata Bahasa Arab Sedih dan Artinya [+Gambar].

Demikian kosakata angka Arab 1 sampai 30 beserta penjelasan kaidah-kaidah seputar penggunaan angka-angka tersebut di dalam sebuah kalimat, atau yang sering disebut 'adad ma'dud (العَدَدُ وَالمَعْدُودُ). Selain itu, penjelasan di atas juga dilengkapi dengan contoh-contoh, baik dari kehidupan sehari-hari atau dari Al Quran Al Karim.

Kurang lebihnya mohon maaf, dan terima kasih telah membaca.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Angka 1 Sampai 30 Dalam Bahasa Arab dan Artinya"

Post a Comment